Tuesday, September 1, 2009

Merah Putih

Dunia perfilman Indonesia akhirnya bangkit lagi dengan alternatif tema yang menarik. Kali ini bertemakan nasionalisme. Setelah Naga Bonar, kini tampillah film “Merah Putih”.
Kenapa judul tulisan ini menggunakan “tanda tanya”? Karena saya belum menonton filmnya! Hehe..
Ya, film Merah Putih ini baru akan selesai diproduksi pada bulan April 2009. Untuk kemudian ditampilkan di layar lebar pada tanggal 17 Agustus 2009. Sepertinya fenomena film Laskar Pelangi, yaitu guru dan murid berbondong-bondong nonton bersama, akan terulang untuk film ini.
Kru film Merah Putih pun cukup amat profesional. Tidak tanggung-tanggung, para pembesut film skala Hollywood pun ditarik untuk memperkuat film ini. Koordinator efek khususnya pernah menangani Saving Private Ryan dan Black Hawk Down. Koordinator stuntman-nya pernah menangani Mission Impossible II dan The Quite America. Make-up dan efek visualnya ditangani oleh yang pernah mendandani film The Dark Night. Konsultan persenjataannya pernah menangani Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origin : Wolverine. Dan asisten sutradaranya pernah menangani December Boys dan Beutiful.
Walaupun banyak dari film-film di atas yang belum pernah saya tonton. Tapi tampaknya pastinya mereka adalah pemain dunia perfilman skala Hollywood yang tidak diragukan lagi kehebatannya.
Para pemainnya pun sampai-sampai dilatih ala pendidikan militer selama 10 hari. Film ini (katanya) adalah satu dari tiga trilogi kemerdekaan yang akan dibuat.
Hm.. jadi tertarik untuk nonton.
Semoga film ini bukan hanya menjadi penghibur tapi dapat membangkitkan semangat nasionalisme anak bangsa. Terutama para pemudanya. Bangkitlah para pemuda bangsa!
Menuju Indonesia emas!

Monday, August 31, 2009

Definisi Nasionalisme

Nasionalisme adalah paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri, sifat kenasionalan. Kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu, semangat kebangsaan.

Tuesday, August 25, 2009

Prestasi Indonesia di Negara Lain-Gita Gutawa Juara 1 Festival Musik Internasional di Mesir

Jakarta (ANTARA News) - Penyanyi remaja Indonesia, Aluna Sagita Gutawa (Gita), meraih juara-I pada The 6th International Nile Children Song Festival (INCSF) yang berlangsung di Kairo, Mesir pada 29 Januari - 3 Februari 2008. Penyerahan "grand prize" itu dilakukan Ibu Negara Mesir, Suzanne Mubarak, dalam acara penutupan INCSF pada Minggu (3/2), demikian siaran pers KBRI Kairo, Selasa.Festival Internasional tersebut adalah acara tahunan yang diselenggarakan di bawah asuhan Ibu Negara, dan merupakan bagian kegiatan program Kementerian Kebudayaan Mesir.Menurut keterangan panitia, festival tersebut diikuti oleh sekitar 300 peserta dari 85 negara dalam tiga kategori berdasarkan usia perseta, yaitu penyanyi anak I (5-9 tahun), penyanyi anak II (10-13 tahun) dan penyanyi remaja (14-18 tahun).Setelah melalui proses seleksi, terdapat 35 penyanyi dari 19 negara untuk tampil dalam festival INCSF di Kairo, di antaranya dari Mesir, Kanada, Australia, Portugal, Filipina, China, Polandia, Chili, Indonesia, Beligia, Kazakhstan, dan Rusia.Gita termasuk dalam kategori penyanyi remaja 14-19 tahun. Pada penampilan pertama, yang diadakan pada Jumat (31/1) di Gedung Konferensi Internasional Kairo, Gita menyanyikan lagu "To Be The One" ciptaan Budi Bachtiar dan Ria Leimena, yang intinya mendambakan terciptanya perdamaian di seluruh dunia. Lagu ini dinilai serasi dengan tema INCSF tahun ini, yaitu "Perdamaian dan Persahabatan bagi Dunia (Peace and Friendships for the World).Sementara itu, pada acara puncak penutupan INCSF, Gita Gutawa kembali menyanyikan lagu "To Be The One". Tepuk tangan membahana dari sekitar 1.300 hadirin menyambut penampilan Gita. Hadir pula dalam acara puncak itu Dubes RI untuk Mesir, A.M. Fachir beserta istri. Dalam kesempatan itu, Dubes Fachir diwawancarai oleh beberapa jaringan TV Mesir, yang antara lain menyampaikan bahwa keberhasilan Gita ini semakin mengharumkan nama Indonesia di mancanegara, khususnya di Mesir. Dubes Fachir juga mengharapkan keikutserataan Indonesia dalam festival tersebut dapat semakin mempererat hubungan Indonesia-Mesir. Seniman Indonesia, Criss Patikawa, merupakan salah satu dari 10 anggota dewan juri dari berbagai negara dalam festival tersebut. Atas prestasi itu, KBRI Kairo menyelenggarakan "Malam Apresiasi Prestasi Gita Gutawa" yang diselenggarakan di Wisma Duta KBRI pada Senin (4/2).(*)

Pencurian Terbesar Artefak Budaya Indonesia Dilakukan Oleh Malaysia

Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri atas pulau-pulau. Ada begitu banyak suku dan adat istiadat di Indonesia. Latar belakang ini melahirkan keragaman yang luar biasa. Ada ribuan, atau mungkin jutaan artefak budaya yang tersimpan di bumi pertiwi, mulai dari tarian, ornamen, motif kain, alat musik, cerita rakyat, musik dan lagu, makanan dan minuman, seni Pertunjukan, produk arsitektur, dan lain sebagainya. Ini merupakan sebuah kekayaan luar biasa yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa ke Negara Indonesia.
Saat ini, kita hidup di era globalisasi yang sarat atas persaingan yang tinggi. Di babak ini, inovasi menjadi “bahan bakar” pertumbuhan ekonomi. Tingginya tingkat persaingan mengakibatkan ekonomi global harus terus bergerak mencari inovasi-inovasi baru. Intensitas kompetisi ini membuat terjadinya pergeseran dari “inovasi berbasis teknologi” menjadi “inovasi berbasis kreativitas” . artefak-artefak tradisional, yang pada awalnya dianggap tidak bernilai ekonomi tinggi, menjadi sangat berharga. Hal inilah yang melatarbelakangi pencurian, pempatenan dan klaim Negara atau oknum Warga Negara Lain terhadap artefak budaya Indonesia. Beberapa artefak budaya Indonesia yang telahdicuri, dipatenkan atau diklaim oleh negara lain antara lain:
1. Batik dari Jawa oleh Adidas
2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sumetera Barat oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
6. Rendang dari Sumetera Barat oleh Oknum WN Malaysia
7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
20. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
21. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
22. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
23. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
24. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
25. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
Deskripsi data (sumber/asal/ eksploitir/ modus/trik pencurian dan lain sebagainya) dapat dilihat di http://budaya- indonesia. org/iaci/ Data_Klaim_ Negara_Lain_ Atas_Budaya_ Indonesia. Dari hasil kalkulasi data yang berhasil di himpun sejauh ini, diketahui bahwa 64% pencurian artefak budaya Indonesia dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Intensitas negara tetangga ini patut untuk kita waspadai. Jumlah pencurian yang terus meningkat dari tahun ke tahun tersebut harus kita sikapi secara serius.
Kekayaan budaya Indonesia adalah sebuah warisan besar yang harus kita jaga. Ada beberapa bentuk kontribusi yang dapat kita lakukan guna berpartisipasi mencegah upaya pencurian, pempatenan atau klaim Negara lain atas kekayaan budaya Indonesia. Upaya yang dapat kita lakukan antara lain:
1. Jika Anda memiliki informasi atau data pencurian, pempatenan atau klaim negara lain atas kekayaan budaya Indonesia segera beritahukan ke http://budaya- indonesia. org/iaci/ Klaim.
2. Jika Anda memiliki data (foto digital, data audio atau video) artefak budaya Indonesia, segeralah daftarkan ke PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat http://budaya- indonesia. org/ . Upaya pendataan ini sangat penting dalam upaya melindungi kekayaan budaya Indonesia dari pencurian/pempatena n/klaim oleh negara lain.